Perspektif Baru | thought part 4

0
COM

Sumpah, aku udah lama ngga nulis.tapi sekarang tiba-tiba banget pengin nulis sesuatu yang ada di kepalaku. Begini ceritanya, tadi aku habis jenguk rumah baru mbakku. Pulang naik motor bareng sama masku. Selama perjalanan, tumben banget dia mau ngobrol. Pembahasannya lumayan dalem. Aku cuma menanggapi secukupnya dan setaunya, sisanya aku mendengarkan. Bukan isi ceritanya yang mau aku ungkapkan, tapi pelajaran baru yang aku dapatkan. 

Selama ini aku jarang atau bahkan ngga pernah dengar sesuatu dari perspektif yang berbeda, especially perspektif laki-laki. Mungkin karena teman ngobrolku cuma mama. Dimana kami selalu punya pandangan dan pendapat yang sama.

Ternyata banyak hal yang menurut aku salah, tapi nyatanya ngga gitu kalo dilihat dari perspektif yang berbeda. Banyak hal yang memang berbeda dengan apa yang kita pahami. Setelah itu tugasku hanya mencoba mendengarkan, memahami, menghormati, dan menyesuaikan.

Aku belajar juga kalo ternyata aku butuh banget banyak mendengar. Mendengar dari sudut pandang orang lain, melihat budaya dan keyakinan orang lain, menyelami isi pikiran orang lain.

Karena dunia ini ngga melulu tentang apa yang aku pikirin dan yakini.

Mungkin ini jadi pembelajaran aku juga kedepannya kalo kita ga harus bareng-bareng terus dengan orang yang sefrekuensi. Karena nyatanya, dunia itu ya ga melulu sama dengan yang aku inginkan.

Allah nyiptain manusia dengan berbagai latar belakang, berbagai keyakinan, berbagai perasaan. Kita harus mengakui dan menghormati itu.

Walau ada rasa takut, tapi aku pengin lebih melihat dunia luar. Ada apa aja disana. Ada apa aja hal yang bikin aku ngerasa “wah..”. Ada hal apa aja yang bisa aku pelajari.

Ya seperti itu, obrolan sedikit yang bisa memberi aku pencerahan yang berharga. Walau terkadang ada hal yang menyedihkan, ketika sekeluarga tetapi beda pemahaman. Dimana hal itu membuat kami susah menyatu. Bisa dibilang, keluarga tapi rasanya asing. Katanya.


Ditulis: 8 Maret 2024

Sok tahu | thought part 3

0
COM

Ternyata bener

Yang paling tau diri kamu yaitu kamu sendiri, bukan orang lain

Emang kadang kita ga nyadar apa yang biasanya kita lakuin

Tapi secara garis besar, kita sendiri yang merasakannya dan menyadarinya

Itu sih yang selama ini aku alamin dan aku pikirin

Contohnya, yang paling sering terjadi sama aku

Aku dianggap pinter sama orang2. Cuma karena orang itu ngeliat aku bikin story buku2. Segampang itu? Bahkan mereka gatau diri aku sebenernya. Yang males2an belajar serius

Aku cuma suka baca sama nulis, terus berpikir yang simpel. Aku jarang banget niat belajar yang serius

Mungkin, kalo orang2 tau nilaiku bagus dan aku dianggap rajin, bukan berarti aku pinter. Tapi perfeksionis. Aku berusaha memberikan yang terbaik walaupun itu butuh effort lebih

Nah kan, yang paling tau diri kamu ya kamu

Tetapi, kita juga harus denger kata orang lain, supaya jadi bahan evaluasi biar lebih baik lagi kedepannya

Jangan pernah menganggap diri kamu sudah sempurna

Karena ga ada yang 

sempurna di dunia ini. 


Ditulis: 25 September 2021


Zona Nyaman | thought part 2

0
COM

 Keluar dari zona nyaman

Aku masih belum paham maksudnya keluar dari zona nyaman itu apa

Ke-lu-ar-da-ri-zo-na-nya-man berarti ga nyaman dong? 

Buat apa kita ngelakuin hal yang bikin kita ga nyaman? 

Bukan itu maksudnya Na! 

Kalo menurut aku, keluar dari zona nyaman bukan berarti ngelakuin hal yang bikin kita ga nyaman

Ga harus ngerubah diri kita

Maksudnya tuh misalkan, aku suka sendiri, aku ga suka bersosialisasi. Itu berarti aku lagi dalam zona nyaman kan? 

Kita bisa bikin sesuatu dalam zona nyaman itu

Misalnya, kita suka baca buku sendirian sama nulis2. Kita bisa aja nulis buku atau cerita, terus dibukuin kan? Dapet duit juga

Ga harus keluar dari zona nyaman buat menentukan kesuksesan

Yang penting kita tahu, bisa mengolah, dan bisa mengatur rasa nyaman itu menjadi sesuatu yang menguntungkan

Ngerti lah ya? 

Aku bingung jelasinnya

Contoh aja deh

Aku suka sendirian. Nulis, baca, dengerin musik, podcast, audiobook, dan lain lain asal sendirian. Dengan itu, aku bisa manfaatin, nulis cerita misalnya. Ga perlu keluar dari zona nyaman, tapi dapet duit kalo kita bisa ngolahnya.

Gitu deh kurang lebih.


Ditulis: 20 September 2021


Belajar | thought part 1

0
COM

Satu kata yang aku sendiri masih bingung menerjemahkannya. 

Aku kira belajar itu menggunakan buku tebal, kacamata, mulut terkatup, pandangan fokus pada tulisan. 

Dunia ini sebuah pembelajaran. Tidak akan pernah habis sampai mati. 

Saat kamu keluar rumah pun, jika kamu memandang sesuatu menggunakan akal pikiran, itu pun sebuah pembelajaran. 

Saat ini yang kupikirkan mengenai belajar materi sekolah adalah, bukan untuk sekedar hafalan, memahami, dan konsep saja. Tetapi tentang manfaat. 

Selama ini cara pandangku terhadap belajar salah. 

Mungkin menurutku, paham saja saat belajar itu cukup. Saat ujian mendapatkan nilai bagus berarti belajarku berhasil. Padahal tidak, setelah keluar dari ruang ujian, semua yang aku katakan paham menguap begitu saja. Menghilang entah kemana. 

Lantas, seperti itukah disebut belajar?

Ketika kita tidak menerapkan dalam kehidupan. 

6 tahun mengenyam bangku SD

3 tahun bangku SMP

dan 3 tahun bangku SMK

Apa yang aku dapatkan? 

Mungkin lebih bukan dari yang kamu pusingkan sehari-hari, materi dan tugas. 

Tapi lebih pada pertemanan, pengalaman, dan tanggung jawab. 

Terus jika seperti itu, kenapa kita harus repot-repot belajar banyak materi? 

Logaritma, puisi, teks observasi, homo sapiens, dan lain-lain? 

Kenapa kita tidak diajari cara berteman saja? 

Cara bergaul yang benar

Cara agar kita tidak menyakiti hati orang lain

Cara pede ngomong di depan umum. 

Bukankah itu lebih berfaedah? 

Sekarang, aku nemu ide baru. 

Bagaimana kalau di masa depan nanti, aku membangun sekolah yang berkualitas berbeda kurikulum dari yang lain, tapi bisa go internasional? 

Entahlah. Hanya ide saja. 


Ditulis: 23 Agustus 2021


My mind today

0
COM

Tiba-tiba kepikiran buat bikin blog ini hidup lagi, dengan diaryku sebagai isinya.

Mungkin bakal semacam thoughts, atau pemikiran yang muncul tiba-tiba.

Selama ini aku nulis-nulis di wattpad, terus nggak aku publish.

Tapi disini walaupun untuk publik, kayaknya nggak bakal ada yang nemuin aku juga.

Semoga.